Halo sobat Custoom.in
Kali ini min.in ingin berbagi pengetahuan tentang brand awareness, yang min.in kutip dari buku karya Rio Nardo dan team yang berjudul Branding Strategy di Era Digital. Jadi langsung teman-teman simak saja.

Apa itu Brand Awareness?
Menurut Keller mengungkapkan bahwa Brand Awareness (kesadaran merek) merupakan suatu kemampuan individu mengetahui atau mengenali dan mengingat merek dari suatu kategori produk tertentu, dan merupakan dimensi utama dalam Brand Equity.

Sederhananya brand awareness itu adalah proses membentuk calon konsumen yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya belum jadi konsumen menjadi konsumen, sampai yang tadinya bukan konsumen yang loyal menjadi konsumen yang loyal terhadap merek kita. Memiliki brand awareness yang kuta menjadi kunci perusahaan agar bisa unggul dalam persaingan bisnis. Sebab, konsumen akan cenderung memilih produk atau jasa dari merek yang sudah dikenal oleh konsumen dari pada merek yang belum pernah diketahui sebelumnya. Kunci untuk membangun brand awareness adalah konsisten, sehingga dapat memperkuat citra merek di mata audiens.

Manfaat Brand Awareness
Setelah kita tahu apa itu brand awareness, akan muncul pertanyaan memang manfaat dari brand awareness itu apa si? Jadi manaaf dari brand awarenss seperti yang dikutip dalam bhinneka.com adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kesadaran calon pelanggan atas keberadaan suatu merek produk, bisnis atau usaha
  2. Brand awareness yang dibangun dengan baik dapat menciptakan rasa trust atau percaya dari pelanggan akan suatu merek.
  3. Dengan membangun brand awareness, kita secara tidak langsung juga akan membangun dan meningkatkan loyalotas dari pelanggan, sehingga kecenderungan untuk beralih ke merek lain lebih rendah
  4. Dengan terbangunnya loyalitas pelanggan dan semakin tingginya brand awareness, dapat membantu meningkatkan angka penjualan yang berasal dari pelanggan lama (loyal), maupun pelanggan baru.

    Perlu kita ketahui bahwa brand awareness ini tidak selalu berdampak positif, tetapi ada juga dampak negatif walaupun kemungkinannya lebih kecil seperti yang ditulis di dalam artikel ekrut.com seperti pada table dibawah ini:


Indikator Brand Awareness
Aaker mengemukakkan bahwa ada beberapa tingkatan awareness pada suatu produk.
Berikut adalah tigkatan dari brand awareness:

  1. Unaware of a Brand
    Pada tahapan ini, pelanggan merasa ragu belum yakin apakah sudah mengenali merek yang disebutkan atau belum. Pelanggan juga tidak menyadari akan kehadiran merek yang disebutkan.
  2. Brand Recognition
    Pada tahapan ini, pelanggan mampu mengidentifikasi merek yang disebutkan. Pelanggan sudah mengenal tetapi masih membutuhkan alat (bantuan) untuk mengingat merek tersebut. Implikasi dari brand recognition ini menjadi penting ketika seseorang berada pada suatu point of purchase. Untuk meningkatkan brand recognition nama merek haruslah berbeda, khusus, dan tidak biasa.
  3. Brand Recall
    Pada tahapan ini, pelanggan mampu mengingat merek tanpa diebrikan stimulus. Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk.
    Menurut Keller (2003) untuk meningkatan brand recall maka nama merek yang dipih harus:
    1). Nama merek sederhana dan mudah untuk diucapkan. Kesederhanaan nama merek dapat mempermudah konsumen dalam memahami nama merek.
    2). Kemudahakan untuk diucapkan diperlukan untuk meningkatkan pengulangan secara lisan dalam rangka membangun daya ingat yang kuat. Pengucapan juga memperngaruhi timbulnya perhatian dan keinginan konsumen menyebutkan nama merek secara lisan.
    3). Idelanya nama merek harus jelas dapat dipahami dan tidak memilimi arti yang ambigu.
    4). Untuk mempertiinggi brand recall nama merek harus terdengar akrab dan memiliki arti.
  4. Top of mind
    Pada tahapan ini, pelanggan mengingat merek sebagai yang pertama kali muncul di pikiran saat berbicara mengenai kategori produk tertentu, berada pada posisi istimewa. DAlam pengertian sederhana, merek tersebut menjadi pimpinan dalam benak konsumen tersebut dibandingkan nama merek-merek lain.

Adapun indikator menurut makinrajin.com untuk mengukur brand awareness. Indikator ini dapat Anda jadikan sebagai bahan evaluasi. Berikut ini adalah cara mengukurnya:

  1. Traffic
    Cara pertama untuk mengukur brand awareness adalah mengenal dan menghitung bagaimana grafik dari traffic yang ada pada brand milikmu. JIka ternyata Anda memiliki traffic yang turun, Anda dapat mengetahui dan mengubah strategi promosi terhadap brandmu.
  2. Engagement
    Media sosial mempunyai tingkat engagement untuk menghitung sebesar apa pengaruh brand kepada masyarakat. Egagement ini berupa followers, jumlah penonton konetn yang Anda buat, atau interaksi lain yang audiens lakukan terhadap profil media sosial Anda.
  3. Komentar Audiens tentang Brand Kita
    Selain enggament, sering-seringlah melihat bagaimana komentar yang orang tinggalkan terhadap brandmu.
  4. Survey
    Cara terakhir untuk mengukur brand awareness yang Anda lakukan adalah melakukan survei berkala terhadap pelanggan Anda. Survey ini bisa Anda lakukan dalam bentuk online dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepada para pelanggan. Tidak perlu repot, Anda bisa membuat survey dari instagram stories, atau postingan media sosial lain.

    Jadi itu dia pengertian dan manfaat dari Brand Awareness semoga bermanfaat.
    Bagi sobat semua yang membutuhkan jasa cetak brosur, kartu nama dan lain-lain bisa langsung hubungi admin Custoom.in.
    Thankyou.