Halo Sobat Custoom.in
Kali ini mimin ingin berbagi insight mengenai apa ilusi, Pemahaman akan ilusi ini penting dalam desain komunikasi visual karena menyangkut cara manusia memproses informasi visual.
Ilusi adalah sebuah fenomena persepsi antara apa yang ditangkap oleh indra kita dan kenyataan fisik sebenarnya. Terdapat beberapa jenis ilusi berdasarkan indra yang terlibat, yaitu visual (penglihatan), akustik (pendengaran), olfaktorik (pembauan) gustatorik (pengecapan), dan taktikal (perabaan).

Terdapat beberapa macam ilusi, diantaranya adalah:
1. Ilusi visual (penglihatan)
Didefinisikan sebagai hubungan yang terputus antara ilusi dan realita fisik yang sebenarnya. Seseorang yang mengalami ilusi visual, seakan-akan melihat sesuatu yang berbeda dengan keadaan realitas fisik. Ini terjadi karena adanya gambaran yang mendistorsi penglihatan. Hal ini menyebabkan otak menerima informasi yang salah, dan megilusikan secara salah sehingga gambaran yang muncul tidak sesuai dengan objek yang sebenarnya.
2. Ilusi akustik (pendengaran)
Sebagai hubungan yang terputus abtara ilusi pendengaran dan realitas sebenarnya. Sebagai contoh ketika seseorang mendengar kata-kata dalam percakapan yang menyerupai nama kita sendiri dan kita berfikir bahwa mereka sedang berbicara tentang diri kita.
3. Ilusi olfaktorik (pembauan)
Ketika terjadi pembauan yang berbeda dengan bau yang sebenarnya. Seperti saat kita mencium aroma minyak wangi, tapi yang kita rasakan bukan aroma minyak wangi tetapi aroma dari benda lainnya.
4. Ilusi gustatorik (pengecapan)
Ilusi ini adalah pengecapan yang dirasakan berbeda dengan yang sesungguhnya. Seperti saat kita mengecap rasa asin bayangan kita akan tertuju pada garam, padahal terdapat benda yang lain yang bersifat asin, seperti air laut atau lainnya.
5. Ilusi taktil (perabaan)
Ketika merasaan rabaan sesuatu berbeda dengan sebenarnya. Permukaan kasar atau halus dimiliki oleh banyak benda yang ada disekitar kita. Terkadang kita salah mengartikan bend aitu ketika indera peraba kita menyentuh sesuatu.

Ilusi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Factor kealaman.
Kesalahan ilusi terjadi karena faktor dari alam, misalnya gema (echo), ilusi kaca.
2. Factor stimulus.
Stimulus memiliki makna ambigu memberi kemunkinan terjadinya ilusi ganda. Stimulus yang dianilisis lebih lanjut, akan memberikan impresi secara total.
3. Factor individu.
Hal ini dapat disebabkan karena adanya kebiasaan dan juga kesiapan psikologis dari individu.

Jenis-jenis ilusi, antara lain:

  1. Ilusi Fisiologis
    Seperti adanya after images atau kesan sebuah gambar yang terjadi setelah meilhat cahaya yang sangat terang atau melihat pola gambar tertentu dalam waktu yang lama. Hal ini merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah menerima rangsangan tertentu atau berlebihan.
  2. Ilusi Kognitif
    Diasumsikan terjadi karena pikiran asumsi untuk sesuatu diluar persepsi yang muncul. Secara umum, ilusi kognitif ini dibagi menjadi ilusi ambigu dimana gambar atau objek dapat ditafsirkan secara berbeda; ilusi distorsidimana terdapat distorsi ukuran Panjang atau sifat kurva yaitu bentuk lengkung dan lurus; paradoks yang disebabkan oleh benda yang tidak mungkin; dan ilusi fiksi yang didefinisikan sebagai persepsi objek yang sangat berbeda bagi seseorang tetapi tidak untuk orang lain, hal ini biasa disebut juga sebagai halusinasi.
  3. Imajinasi dan Realita
    Imajinasi adalah rasa kerja dalam mengembangkan ide yang lebih uas dari apa yang telah dilihat, didengar, dan dirasakan. Melalui imajinasi, manusia dapat mengembangkan sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Imajinasi dapat dikatakan juga gambaran dan visualisasi otak dalam bentuk gambar, suara dan rasa.

    Jadi itu, jenis-jenis ilusi berikut dengan pengertiannya, semoga bermanfaat.