Halo Sobat Custoom.in
Sobat semua pasti pernah lihat logo segitiga dibawah kemasan plastik kan, ada yang belum tahu maksud dari tanda atau logo itu apa? kebetulan kali ini min.in ingin berbagi insight yang min.in kutip dari Jurnal Devi Kurniawati Hotman dari Binus Univesity.

Desain kemasan untuk makanan dan minuman memiliki peran penting dalam melindungi produk, dan penentuan jenis kemasan sangat bergantung pada karakteristik setiap produk. Misalnya, kemasan susu berbeda dari kemasan air mineral. Susu, yang memiliki masa simpan terbatas, memerlukan kemasan yang mampu melindunginya secara optimal agar tetap aman untuk dikonsumsi. Sementara itu, air mineral, dengan masa simpan yang lebih lama, memerlukan kemasan yang mampu menahan udara atau kelembapan agar kemurniannya tetap terjaga.

Pada dasarnya, kemasan makanan dan minuman plastik tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan akan keamanan dan kesehatan. Mengingat makanan dan minuman yang dikonsumsi secara langsung memengaruhi kesehatan masyarakat, penting untuk memperhatikan aspek ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa informasi krusial yang perlu dicantumkan dalam desain kemasan. Informasi tersebut tidak hanya mempermudah masyarakat dalam menggunakan kemasan plastik, tetapi juga memberi pengetahuan tentang pengelolaan limbah plastik bekas kemasan makanan dan minuman.

Ada tujuh logo daur ulang bernomor untuk membedakan jenis plastik dan masing-masing
kegunaannya. Kode-kode ini diperkenalkan pada tahun 1988 oleh by the Society of the Plastics
Industry (SPI). Logo-logo tersebut berupa tiga buah panah melengkung dua dimensi, yang cocok
digunakan pada plastik yang dibentuk menjadi kemasan makanan atau minuman.

PET atau PET (Polyethylene Terephthalate)



PET transparan, jernih, kuat, dan memiliki sistem perlindungan yang baik terhadap air, udara dan kelembaban. Plastik nomor daur ulang satu ini biasanya dipergunakan sebagai botol minuman dan kemasan plastik. Botol-botol ini hanya direkomendasikan untuk sekali pakai. Botol ini selain tidak boleh dipakai berulang-ulang juga tidak boleh dipakai untuk air hangat / panas atau air yg didiamkan di sinar matahari langsung, karena dapat mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan apabila terminum dapat memicu penyakit kanker. Itulah sebabnya mengapa rasa air di dalam botol yang disinari matahari langsung menjadi tidak enak, ini sangat membahayakan kesehatan.
Contoh plastik nomor daur ulang satu adalah botol air mineral, botol jus, botol softdrink, botol salad dressing, selai kacang, jeli, selai buah, acar. Serpihan dan pelet PET yang telah dibersihkan dan didaur ulang dapat digunakan untuk membuat serat benang karpet, fiberfill, dan geotextile.

HDPE (High-density Polyethylene)



HDPE dapat digunakan untuk membuat berbagai macam tipe botol. Botol-botol yang tidak diberi pigmen bersifat tembus cahaya, kaku, dan cocok untuk mengemas produk yang memiliki umur pendek
seperti susu. Karena HDPE memiliki ketahan kimiawi yang bagus, plastik tipe ini dapat digunakan untuk mengemas deterjen dan bleach. Hasil daur ulangnya dapat digunakan sebagai kemasan produk non-pangan seperti shampo, kondisioner, pipa, ember, dll.

V (Polyvinyl Chloride)


Plastik nomor daur ulang tiga ini memiliki karakter fisik yang stabil dan tahan terhadap bahan kimia, pengaruh cuaca, aliran, dan sifat elektrik. Bahan ini paling sulit untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa dan kontruksi bangunan. Kandungan dari PVC yaitu DEHA pada plastik pembungkus dapat
melumer ke makanan bila dipanaskan. Zat ini sangat berbahaya bagi ginjal dan hati.

LDPE (Low density Polyethylene)



Plastik nomor daur ulang empat ini memiliki massa jenis rendah dengan tekstur yang lembek dan lentur. Biasa dipakai pada barang-barang yang memerlukan fleksibilitas. Plastik ini hampir tidak dapat dihancurkan. Namun tetap baik untuk tempat makanan. Contoh plastik nomor daur ulang empat adalah squeezable bottles (pada botol mustard, madu).

PP (Polypropylene)

Plastik dengan nomor daur ulang lima ini merupakan memiliki daya tahan yang baik terhadap bahan kimia, kuat, dan meiliki titik leleh yang tinggi sehingga cocok untuk produk yang berhubungan dengan
makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Plastik ini dapat kita isi ulang. Biasanya didaur ulang menjadi casing baterai, sapu, sikat, dll.

PS (Polystyrene)

Plastik dengan nomor daur ulang enam ini biasa dipakai sebagai bahan tempat makan
styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Pemakaian bahan ini sangat dihindari untuk mengemas makanan, karena bahan styrine dapat masuk ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia. Banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

O (Other)

Plastik dengan nomor daur ulang tujuh ini terbuat dari resin yang tidak termasuk enam golongan yang lainnya, atau terbuat dari lebih dari satu jenis resin dan digunakan dalam kombinasi multi-layer. Contoh plastik kode tujuh lainnya adalah Computer cases, iPod, galon air, kacamata plastik, benang nilon, alat elektronik.

Berikut ya sobat, semoga bermanfaat yaa.