Halo Sobat Custoom.in
Kali ini min.in ingin berbagi insight tentang 5 pola pencahayaan dasar dalam fotografi, yang mana cahaya ini adalah salah satu unsur penting dalam fotografi.
Pencahayaan yang tepat dan baik membawakan rasa, detail dan menambahkan kedalaman pada foto potret. Bila anda baru dalam mengambil foto subyek manusia, dan sedang mencari tips dan trik untuk mendapatkan ambilan foto yang menakjubkan, mengetahui 5 pola pencahayaan yang mudah ini akan berguna bagi anda.

Unduh infografik yang mudah-dicerna di bawah ini dan baca seluruh artikelnya dimana kami membagikan karakteristik dari masing-masing pola pencahayaan, suasana yang dibawakannya dan pengaturan sederhana masing-masingnya.

1. Pencahayaan Terpisah
Karakteristik : Pencahayaan terpisah menciptakan efek yang menyinari separuh wajah subyek dengan baik, Sementara sisi  wajah lainnya gelap.

Persiapan : Sumber cahaya di letakkan pada sudut 90 derajat pada salah satu sisi wajah subyek.

Pro : Foto potret dengan bayangan yang menutupi bagian besar pada wajah menambah kesan misterius pada subyek. Hal ini karena dengan menggelapkan fitur wajah subyek akan mengarahkan para pengamat foto untuk membayangkan seluruh penampilan subyek dengan imajinasi mereka. Fitur ini juga meningkatkan ide dari sisi ‘gelap’ atau kegelapan yang digunakan pada film.

2. Pencahayaan Rembrant
Karakteristik : Pencahayaan rembrant di kenali dengan segitiga cahaya yang terbentuk di bawah mata pada sisi wajah yang tidak di beri cahaya.

Persiapan : naikkan sumber cahaya agar alat bisa memproyeksikan cahaya ke bawah pada subyek. Kemudian, posisikan alat dalam sudut 45 sampai 60 derajat menghadap ke arah subyek.

Pro : Pencahayaan Rembrandt menciptakan kesan yang sangat dramatis karena kontras dari cahaya dan kegelapan. Seperti kesan yang diberikan oleh karya seni senimannya, pencahayaan ini sangat baik dilakukan pada lingkungan yang lebih gelap, bercahaya redup untuk membuat foto terlihat lebih menarik dan misterius.

3. Pencahayaan Kupu-kupu
Karakteristik : anda bisa mengenali pencahayaan kupu-kupu dengan adanya bentuk bayangan yang mirip dengan kupu-kupu yang terbentuk di bawah hidung.

Persiapan : sumber cahaya di letakkan di atas dan tepat di belakang.

Pro : Memenuhi ekspektasi akan representasi kupu-kupu yang cantik, pencahayaan kupu-kupu sangat melangsingkan wajah dan seringnya menciptakan efek wajah yang kecil. Bayangan yang terbentuk di bawah kontur wajah yang menonjol (tulang pipi, punggung alis dan rahang) untuk mengecilkan keluasannya. Sangat dimanfaatkan dalam pengambilan foto kecantikan dan potret busana.

4. Pencahayaan Luas
Karakteristik : Pencahayaan luas adalah saat sisi yang diterangi lebih besar di bandingkan dengan sisi wajah yang tidak mendapat cahaya.

Persiapan : Sumber cahaya di letakkan pada sudut 45 derajat, dengan subyek menghadap menjauhui sumber cahaya pada sudut sekitar 75 derajat.

Pro : Pencahayaan luas melebarkan wajah. Berguna pada subyek yang wajahnya lebih kecil dan ingin memiliki persepsi wajah yang lebih penuh. Tips: Catatlah bahwa bayangan akan dijatuhkan pada sisi wajah yang paling jauh dari sumber cahaya dan harus dipertimbangkan untuk memilih sisi wajah yang mana yang paling baik anda perlihatkan bagi subyek foto.

5. Pencahayaan Pendek
Karakteristik : Pencahayaan pendek adalah ketika sisi wajah yang diberi cahaya pendek dan sempit bila dibandingkan dengan sisi yang tidak diberi cahaya.

Persiapan : Sumber cahaya di letakkan pada sudut 45 derajat, subyek memiringkan cahayanya sedikit ke arah sumber cahaya.

Pro : Saat diposisikan dengan baik, wajah subyek akan terlihat lebih langsing dengan pencahayaan ini karena bayangannya akan menutupi sisi wajah yang lebih luas. Jumlah bayangan yang besar juga menambahkan kesan misteri dan ciri khas pada foto.

Adapun jenis-jenis cahaya artificial dalam dunia fotografi adalah sebagai berikut:

1. Incandescent

Pencahayaan jenis ini beragam mulai dari lampu bohlam biasa sampai “hot light” tungsten yang digunakan di studio. Warnanya lebih hangat dibandingkan cahaya natural. Cahaya yang dihasilkan lampu bohlam yang terbuka sangat tajam. Itu sebabnya kita menggunakan kap lampu di rumah. Kualitas
cahaya incandescent bisa dimodifikasi menggunakan reflektor dan diffusion. Lampu semacam ini panas, jadi kamu harus hatihati saat menggunakannya di sekitar model anak-anak atau property foto yang mudah meleleh.

2. Fluorescent
jika hanya itu yang tersedia untuk pemotretan .Satu masalah dengan cahaya fluorescent ini adalah temperatur warnanya tidak seragam. Jaman dulu warnanya agak kehijauan bila difoto, maka lensa harus dipasangi filter magenta untuk memperbaikinya. Sekarang lampu fluorescent tersedia dalam banyak variasi: cool white, warm white, daylight balanced, dan traditional green. Hasilnya, sulit bagi white balance untuk menyesuaikan tone dalam cahaya fluorescent. DIrekomendasikan untuk menggunakan pengaturan custom WB dengan kartu abu-abu.

3. LED
Adalah kependekan dari Light Emitting Diodes. Biasanya ada ratusan lampu diode yang diatur berkelompok dalam sebuah panel LED. Cahaya ini masih baru dalam dunia fotografi namun penggunaannya semakin umum. Lampu semacam ini sangat stabil temperatur warnanya. Tingkat terangnya bisa bervariasi tanpa harus mengganti pengaturan white balance. Kualitas cahayanya keras seperti incandescent sehingga perlu diperlembut menggunakan diffusion atau dipantulkan melalui tembok. LED kurang terang untuk foto yang menggunakan fast shutter speed, tapi bila objeknya tidak bergerak dan bisa ditempatkan dekat sumber cahaya, maka LED cukup memenuhi syarat.

4. Flash dan Studio Strobe
Cahaya strobe (atau flash) tidak seperti artificial light lain yang menyala terus menerus, melainkan “ditembakkan” dalam waktu sepersekian detik bersamaan dengan ditekannya tombol shutter. Karena itu pencahayaan ini agak sulit untuk divisualisasikan tampilannya dalam foto yang akan diambil. Strobe lighting mungkin merupakan artificial lighting yang paling umum digunakan dalam fotografi. Cahaya yang dihasilkan oleh flash juga sangat keras, sehingga biasanya dimodifikasi dengan dipantulkan melalui selembar kartu kecil atau meletakkan diffuser plastik di depan kepala flash.

Semoga bermanfaat dan menambah insight dalam dunia fotografi.



Referensi:
Teknik Fotografi, Irdha Yunianto. S.Ds