Saat menjalankan bisnis online, memilih ukuran kardus sering dianggap sepele. Padahal, keputusan ini bisa memengaruhi biaya kirim, keamanan produk, sampai kepuasan pelanggan. Tidak heran jika banyak orang mencari informasi tentang ukuran kardus standar untuk pengiriman, terutama para pelaku UMKM dan seller marketplace.

Kalau kamu sedang bingung menentukan ukuran kardus yang tepat, artikel ini akan membantu kamu memahami ukuran yang umum dipakai, cara memilihnya, dan tips supaya ongkir tetap hemat.

Kenapa Ukuran Kardus Itu Penting?

Banyak seller baru hanya fokus pada harga kardus. Padahal, ukuran yang tidak sesuai bisa membuat biaya pengiriman membengkak.

Perlu diketahui, ekspedisi biasanya menghitung ongkir berdasarkan dua hal: berat asli dan berat volume. Jika kardus terlalu besar, berat volume akan lebih tinggi, meskipun isi paket sebenarnya ringan. Akibatnya, ongkir jadi lebih mahal.

Selain itu, kardus yang terlalu longgar juga membuat barang mudah bergeser dan berisiko rusak saat perjalanan.

Ukuran Kardus Standar yang Sering Digunakan

Berikut beberapa ukuran kardus yang paling umum dipakai dalam bisnis online:

1. 20 x 15 x 10 cm
Cocok untuk aksesoris, skincare kecil, atau produk ringan seperti hijab.

2. 25 x 20 x 10 cm
Sering dipakai untuk pakaian lipat, buku, atau produk UMKM skala kecil.

3. 30 x 20 x 15 cm
Ukuran favorit untuk sepatu, tas kecil, atau beberapa item dalam satu paket.

4. 40 x 30 x 20 cm
Digunakan untuk barang elektronik kecil, perlengkapan rumah tangga, atau paket bundling.

5. 50 x 40 x 30 cm
Biasanya untuk pengiriman grosir atau produk berukuran besar.

Ukuran-ukuran ini bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan produk. Jika memungkinkan, gunakan ukuran yang paling pas agar tidak ada ruang kosong berlebihan.

Cara Menghitung Berat Volume Kardus

Agar tidak kaget dengan ongkir, kamu perlu tahu cara menghitung berat volume. Rumus yang umum dipakai ekspedisi:

Panjang x Lebar x Tinggi ÷ 6000

Hasilnya adalah berat dalam kilogram. Jika angka ini lebih besar daripada berat asli barang, maka yang dipakai adalah berat volume.

Contohnya, kardus ukuran 40 x 30 x 20 cm:
40 x 30 x 20 = 24.000
24.000 ÷ 6000 = 4 kg

Artinya, meskipun isi paket hanya 2 kg, ongkir dihitung sebagai 4 kg.

Jenis Kardus yang Paling Banyak Dicari

Selain ukuran, jenis kardus juga sering menjadi topik pencarian.

Kardus corrugated (gelombang) adalah yang paling umum untuk pengiriman karena kuat dan tahan tekanan. Tersedia dalam tipe single wall dan double wall.

Kardus duplex biasanya digunakan untuk kemasan retail seperti makanan ringan atau kosmetik karena permukaannya halus dan mudah dicetak desain.

Kardus kraft populer untuk brand yang mengusung konsep natural dan ramah lingkungan.

Memilih jenis yang tepat akan membantu produk lebih aman sekaligus terlihat profesional.

Tips Memilih Kardus agar Bisnis Lebih Efisien

Pertama, ukur produk dengan detail sebelum memesan kardus. Jangan hanya memperkirakan.

Kedua, pertimbangkan tambahan pelindung seperti bubble wrap. Jika sudah memakai pelindung tebal, sesuaikan lagi ukuran kardusnya.

Ketiga, jangan selalu memilih kardus paling murah. Kardus yang terlalu tipis bisa mudah penyok dan merusak produk di dalamnya.

Keempat, jika ingin meningkatkan branding, pertimbangkan kardus custom dengan logo. Selain terlihat profesional, kemasan juga bisa menjadi media promosi gratis.

Tren Kardus untuk UMKM Saat Ini

Saat ini banyak brand mulai beralih ke desain minimalis dan bahan yang lebih ramah lingkungan. Kardus dengan warna natural, cetakan satu warna, dan tampilan simpel justru terlihat lebih premium.

Selain itu, kemasan yang rapi dan estetik sering meningkatkan pengalaman unboxing pelanggan. Hal kecil seperti ini bisa membuat pembeli lebih percaya dan berpotensi repeat order.