Halo Sobat Custoom.in Kali ini min.in bahas mengenai faktor-faktor apa aja yang penting dari Desain Kemasan, ini penting agar kemasan kita selain lebih menarik juga mampu menambah nilai jual.

Berikut adalah faktor-faktor Penting Desain Kemasan

1. Mampu menarik calon pembeli

Kemasan diharapkan mempunyai penampilan yang menarik dari semua aspek visualnya, yang mencakup bentuk, gambar-gambar khusus, warna, ilustrasi, huruf, merk dagang, logo dan tanda-tanda lainnya. Penampilan kemasan menggambarkan sikap laku perusahaan dalam mengarahkan produknya. Kurangnya perhatian akan kualitas produk dan disain kemasan yang tidak menarik akan menyebabkan keraguan pembeli terhadap produk tersebut. Penampilam suatu kemasan dapat bervariasi dengan perbedaan warna, bentuk, ukuran, ilustrasi grafis, bahan dan cetakannya. Kombinasi dari unsur-unsur tersebut dapat memantapkan identitas suatu produk atau perusahaan tertentu.

2. Menampilkan produk yang siap jual

Ketika konsumen sudah tertarik untuk membeli, pertimbangan konsumen berikutnya untuk menentukan membeli atau tidak adalah isi kemasan (produk di dalamnya). Oleh karena iu kemasan harus dapat menunjukkan kepada pembeli isi atau produk yang dikemasnya. Kelebihan-kelebihan dari produk harus dapat ditonjolkan pada kemasan, seakan-akan produk tersebut memang disajikan untuk calon pembeli secara memuaskan. Sasaran konsumen dari produk yang dijual ditunjukkan melalui desain kemasan, seperti misalnya kelompok usia (makanan bayi, susu formula), jenis kelamin dan kelompok etnis. Menurut pendapat para ahli pemasaran hampir 70 persen dari pembelian di toko swalayan adalah hasil pengambilan keputusan sejenak pada saat pembeli berada di toko tersebut. Didapat 50 persen dari
semua pembelian di toko swalayan adalah karena dorongan hati. Kemasan harus mampu mengubah rencana pembeli untuk mengambil suatu produk dari merek lain menjadi produk serupa yang disajikan.
Ketika tidak ada pilihan produk yang ditawarkan, keputusan konsumen untuk membeli atau tidak relatif mudah. Akan tetapi pada pasar yang bersaing, produsen harus berusaha untuk mempengaruhi pilihan konsumen. Hal ini berarti produsen perlu mengetahui motivasi konsumen dalam memilih. Motivasi konsumen dalam memilih antara lain karena: 1) murah, 2) sesuai dengan kebutuhan dan 3) kebanggaan.

3. Informatif dan komunikatif

Gagalnya fungsi kemasan dapat menyebabkan produk yang dijual tidak akan pernah beranjak dari tempatnya. Kemasan harus dapat dengan cepat menyampaikan pesan dan dengan jelas semua informasi yang bersangkutan harus disampaikan kepada pembeli bahwa produk tersebut akan memuaskan kebutuhan dan lebih baik dari merek produk lain yang sejenis. Hal yang penting disampaikan di dalam kemasan adalah identitas produk, yang akan mempermudah seseorang menjadi tertarik akan suatu merek dibanding merek lain yang tidak jelas identifikasinya. Hal-hal yang dapat menunjukkan
identitas produk seperti warna, rasa, bentuk dan ukuran harus dapat diketahui oleh konsumen melalui kemasan.
Jenis atau identitas produk harus juga diberikan porsi menonjol pada panel utama kemasan. Identifikasi jenis produk dapat dicapai dengan menggunakan merek dagang dan logo. Penekanan terakhir untuk jenis atau perusahaan dapat diwujudkan melalui penggunan kata-kata dan simbol- simbol khusus.
Penempatan yang menonjol dari merek dagang atau logo membantu mengidentifikasi produk yang dikemas. Suatu produk dari suatu perusahaan dapat membantu penjualan produk-produk lain dari perusahaan yang sama. Kepuasan konsumen akan suatu produk akan mendorong pembeli untuk
membeli produk lain dari perusahaan yang sama. Falsafah Inggris yang menyatakan ”the product is the package” atau barang produk ditentukan oleh kemasannya, hendaknya diterapkan oleh produsen.

4. Menciptakan rasa butuh terhadap produk

Banyak produk dengan jenis yang sama tepai merk berbeda terdapat di pasaran, yang menyebabkan terjadinya persaingan antar produsen. Hasil studi mengenai ”The 7th Du Pont Consumer Buying Habits”, yaitu bahwa 62,6 persen pembeli yang diwawancarai di toko swalayan tidak memiliki daftar belanja. Karena itu kondisi sesaat, seperti telah diuraikan dimuka, dapat merebut hati pembeli untuk dapat merebut hati pembeli untuk memilih produk yang ditampilkan. Kemasan yang dapat menimbulkan minat yang kuat terhadap produk akan terpilih pada waktu yang cukup lama.

Elemen- Elemen Label Kemasan

Dalam membuat desain kemasan ada beberapa ketetapan yang perlu dipahami oleh desainer kemasan. Pengetahuan tersebut berkaitan dengan pengelolaan elemen verbal, elemen visual, dan invisible element. Semua elemen tersebut merupakan elemen desain kemasan yang dalam Peraturan Pemerintah disebut sebagai label.

Label memenuhi fungsi sebagai identitas, fungsi pemasaran, dan fungsi legalitas. Label ditulis dengan bahasa Indonesia serta paling sedikit mencantumkan keterangan tentang: nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, tanggal kedaluwarsa, nomor izin edar bagi pangan olahan, dan asal usul bahan pangan tertentu (Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan).

1. Brand Name / Logo/Merek Dagang
Brand Name merupakan nama produsen yang memproduksi produk tersebut. Menampilkan nama perusahaan atau lengkap dengan logonya. Ditampilkan dalam ukuran besar pada bagian depan kemasan, dan ukuran lebih kecil pada bagian belakang kemasan.

2. Nama Produk
Nama Produk secara visual didesain dengan tipografi yang menarik, ukuran besar, dan warna yang kontras. Peletakannya pada sisi depan/ utama kemasan dalam ukuran besar sebagai identitas produk yang utama. Pada sisi lain kemasan ditampilkan dalam ukuran lebih kecil.

3. Kategori Produk
Kategori Produk biasa juga disebut sebagai spesifikasi produk. Penulisan dan pencantumannya disertakan dalam satu desain dengan Nama Produk atau terpisah dalam bentuk kalimat penjelasan tersendiri.

4. Ilustrasi
Ilustrasi merupakan gambar utama yang digunakan dalam desain kemasan yang memberikan gambaran atas produk yang dikemas didalamnya.
a. Ilustrasi bisa ditampilkan dalam bentuk foto atau gambar bitmap lainnya yang mendiskripsikan produk. Perlu ditambahkan tulisan “Saran Penyajian” dengan font yang tidak tampak menyolok untuk ilustrasi yang menampilkan performa produk ketika disajikan.
b. Ilustrasi bisa juga ditampilkan dalam bentuk gambar vektor yang menarik disesuaikan dengan konsep desain kemasannya.
c. Bahan baku produk boleh ditampilkan dalam bentuk foto atau gambar bitmap lainnya, jika produk benar-benar menggunakan bahan baku tersebut. Apabila hanya essence/perisa yang digunakan, maka ilustrasi hanya boleh direalisasikan dalam bentuk gambar vektor dan menuliskan perisa yang dimaksud pada informasi Komposisi.

5. Background / Gambar Latar
Background/Gambar Latar menunjukkan ilustrasi yang memperkuat penampilan kemasan. Background bisa berupa foto atau gambar bitmap lainnya, gambar vektor, pattern/motif, warna solid, atau kombinasi
diantaranya. Penggunaannya bisa memenuhi seluruh bagian kemasan atau pada sebagiannya saja.

6. Label Halal
Sertifikasi halal merupakan pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI (Undang-Undang No.33 Tahun 2014). Ukuran dan warna pencantuman label halal MUI tersebut hendaknya disesuaikan dengan ukuran media dan desain kemasan. Peletakannya pada sisi depan di bagian bawah kemasan dan dipastikan keterbacaannya.

7. Berat Kotor, Berat Bersih, Isi Kotor, Isi Bersih
Penulisan Berat Kotor, Berat Bersih, Isi Kotor, Isi Bersih pada kemasan produk lokal lebih baik menggunakan istilah “Berat Kotor atau Berat Bersih”; “Isi Kotor atau Isi Bersih”, bukan Netto atau Bruto. Peletakan informasi ini di bagian depan, di sisi bagian bawah kemasan. Berat bersih satuan kilogram (kg) dan gram (g) untuk menuliskan produk keripik, granule, bubuk, dan sebagainya. Isi Bersih dengan satuan liter (l) dan milliliter (ml) untuk menuliskan produk cair seperti air, minyak, dan lain-lain.

8. Identitas Produsen dan Distributor
Identitas Produsen dan Distributor ditulis dengan cara:
a. Untuk produk dalam negeri, yang dicantumkan adalah nama dan alamat produsen. Bahkan pada beberapa produk mencantumkan kontak layanan konsumen.
b. Untuk produk luar negeri, dipersyaratkan mencantumkan nama perusahaan yang menjadi distributor/importir produk tersebut.

9. Komposisi Produk
Komposisi Produk merupakan informasi tentang komposisi produk, sifatnya wajib untuk produk pangan. Disusun dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pencantuman pada kemasan disusun secara berurutan mulai dari bagian yang terbanyak, kecuali vitamin, mineral dan zat penambah gizi lainnya.
b. Nama yang digunakan bagi bahan yang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan sebagaimana dimaksud adalah nama yang lazim digunakan.
c. Nama bahan yang digunakan pada saat proses produksi hanya dicantumkan apabila bahan tersebut telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI).
d. Pada produk pangan dan non pangan, terkadang ada bahan yang menyebabkan alergi pada sebagian orang, sehingga bahan tersebut sebaiknya dicantumkan dalam komposisi.
e. Informasi ini diletakkan pada bagian belakang/sisi samping kemasan.

Semoga Bermanfaat.


Referensi:
Panduan Pendirian Usaha Pembuatan Desain Kemasan, Asri Laksmi Riani,
Nidyah Widyamurti.

Desain Kemasan, Soecahyadi.