Halo sobat Custoom.in
Kali ini min.in berbagi insight insight menganai instilah-istilah fotografi, untuk calon fotografer atau yang ingin menggeluti dunia fotografi simak info berikut agar lebih mudah ketika menemukan istilah-isitah ini.
Berikut adalah Istilah-istilah fotografi:
1. Flash
Flash merupakan cahaya tambahan yang menyala dalam durasi yang sangat singkat, memiliki warna yang netral (sekitar 5.500 K) dan hampir semua kamera memiliki flash terintegrasi (built-in flash). Untuk kebutuhan daya flash yang lebih besar, atau untuk kebutuhan creative lighting, kita juga bisa membeli eksternal flash yang bisa dipasang di kamera yang punya dudukan flash (hot shoe).
2. Focus (Fokus)
Fokus artinya terpusat, dalam optik bisa ada cahaya yang melewati lensa konvergen, arah cahaya akan terbelokkan menjadi satu titik dan titik itu dinamakan fokus. Dalam fotografi, fokus selalu berkaitan dengan jarak fokus, yaitu seberapa jauh jarak dari lensa ke objek yang difoto.
3. Angle of View
Angle of View, atau disebut juga picture Angle, merupakan ukuran (dalam derajat) yang menggambarkan seberapa banyak dari pemandangan yang kita lihat yang akan masuk kedalam foto, ditentukan dari panjang fokal (jarak fokus) lensa dan format kamera (ukuran sensor yang dipakai). Semakin besar angle of view maka bidang gambar yang bisa diambil akan semakin luas atau lebar, sedangkan bila angle of view mengecil maka bidang gambarnya menjadi sempit dan objek yang jauh jadi terlihat besar.
4. Aspek Ratio
Sebuah perbandingan antar sisi panjang dan sisi pendek dalam sebuah foto atau video. Ada berbagai standar aspek rasio yang umum ditemui, seperti 3:2 dan 4:3. Untuk video umumnya sudah memakai aspek rasio lebar yaitu 16:9.
5. Background
Mengacu pada latar belakang untuk pemotretan di luat ruangan atau studio. Di dalam studio, berdasarkan bahannya, background terbagi atas dua yaitu bahan kain dan kertas. Bahan kain lebih mudah dibersihkan tapi berat, sedangkan bahan kertas lebih sulit dibersihkan.
6. Blur
Blur artinya buram atau kabur. Foto yang blur umumnya disebabkan oleh camera shake, yaitu getaran yyang terekam kamera saat memotret. Hal ini kerap terjadi karena tangan tidak stabil saat memotret sambil bergerak.
7. Bokeh
Istilah dalam bahasa jepang yang artinya blur atau kabur. Sebutan bokeh dipakai untuk menilai seberapa bagus lensa membuat latar belakang foto menjadi tidak fokus.
8. Diafragma
Diafragma adalah susunan bilah yang membentuk lubang di lensa, berfungsi sebagai aperture yang bisa diatur besarnya diameter bukaanya. Setiap lensa memiliki jumlah bilah diafragma yang bervariasi, misalnya 5 bilah, 7 bilah dan sebagainya.
9. Exposure/ Eksposur
Exposure adalah esensi dasar fotografi yang berkaitan dengan pengaturan banyaknya cahaya yang mengenai film atau sensor saat proses mengambil gambar. Media film atau sensor sebagai tempat terbentuknya gambar adalah bersifat peka cahaya, sehingga untuk mendapatkan jumlah cahaya yang tepat perlu ada pengaturan di kamera atau di lensa.
10. HD Video
High Definition (HD) merupakan standar resolusi video digital yang memiliki kualitas gambar diatas Standar Definition (SD). Tayangan dalam format HD memiliki aspek rasio lebar yaitu 16:9 (widescreen) sehingga cocok bila ditampilkan HDTV seperti TV LCD generasi sekarang.
11. Highlight
Highlight merupakan area terang pada sebuah foto, sebaliknya area yang gelap disebut shadow. Keduanya menentukan kontras dari foto, dan foto yang eksposurnya tepat bisa menjaga area terang dan gelap dengan seimbang dan tetap memiliki detail.
12. Hunting (Foto)
Hunting foto mengacu pada aktivitas memotret baik dilakukan oleh perorangan maupun kelompok untuk mendapatkan foto sesuai dengan konsep atau penugasan khusus.
13. ISO
International Standar Organization, merupakan standar internasional untuk menyatakan kepekaan sensor gambar atau film terhadap cahaya, yang dianyatakan dalam satuan angka seperti ISO 100, ISO 200, ISO 400, dan seterusnya. Pengaturan ISO adalah salah satu komponen penting untuk menentukan exposure yang tepat.
14. Lensa
Sekumpulan elemen optik yang mentransmisikan cahaya menuju ke kamera, sehingga dapat terbentuk sebuah gambar yang akan direkam oleh kamera.
Semoga bermanfaat.
Referensi: Kamus Fotografi, Enche Tjin & Erwin Mulyadi