Halo Sobat Custoom.in,
Kali ini min.in ingin berbagi insight mengenai apa itu Siklus Hidup Produk, ini penting agar kita mengetahui sudah ditahap mana produk yang kita jual, hal ini bisa kita manfaatkan agar kita bisa mengambil langkah atau strategi yang tepat bagi keberlangsungan bisnis.

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu  produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Produk Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar. Siklus Hidup Produk/ Produk Life Cycle ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemhaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. 

Setiap produk biasanya memiliki masa daur hidup yang berbeda, kenaikan maupun penurunan baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Berikut merupakan tahapan-tahapan siklus hidup sebuah produk, yaitu:

1. Tahapan Perkenalan (Introduction)

Tahap perkenalan adalah sebuah tahap awal perusahaan dalam memperkenalkan produknya kepada konsumen. Pada tahap ini, baang mulai dipasarkan  dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannnya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru), karena masih  berada pada tahap permulan.

Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah,  volume pasar berkembang lambat (karena tingginya market resistance). tingkat kegagalan relatif tinggi, banyak melakukan modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya (karena problem yang timbul tidak seperti yang diramalkan dan mungkin pula disebabkan pemahaman yang keliru tentang pasar), biaya produksi, promosi dan pemasaran sangat tinggi, serta distribusi yang masih terbatas. Untuk melalui tahapan ini diperlukan kerja keras dan kesabaran yang sangat tinggi, agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. 

Dalam tahapan ini, terdapat beberapa strategi yang bisa  diterapkan oleh perusahaan, diantaranya yaitu:

1) Strategi menyaring cepat (Rapid Skimming Strategy)
Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal.

2). Strategi Menyaring Lambat (Slow Skimming Strategy)
Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas, sebagian besar konsumen mengetahui keberadaan produk konsumen mau membeli dengan harga tinggi, dan pesaing potensial belum muncul. 

3). Strategi Penetrasi Cepat (Rapid Penetration Strategy)
Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. 

4). Strategi Penetrasi Lambat (Slow Penetration Strategy)
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas, konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen peka terhadap harga, dan persaingan potensial sangat rendah. 

2. Tahap Pertumbuhan (Growth)

Jika produk baru menarik perhatian dan cukup memuaskan konsumen, penjualan mulai menanjak secara cepat. Selama tahapan ini, produk mulai 

memperlihatkan laba, pesaing juga mulai mengikuti, mengeluarkan produk versi mereka. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: 

1). Pertumbuhan Cepat (Rapid Growth)
Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. 

2). Pertumbuhan Lambat (Slow Growth)
Pada tahap ini penjualan masih meningkat, namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna  memantaplan posisi produknya di pasar. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebakan penurunan harga. 

Adapun strategi yang harus dilakukan dalam tahapan ini, yaitu:

1). Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan kesitimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik. 
2). Perusahaan menambahkan model-model baru dan produk-produk penyerta (yaitu, produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama).
3). Perusahaan memasuki segmen pasar baru.
4). Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru. 
5). Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising).
6). Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan berikutnya. 

3. Tahap Kedewasaan (Maturity) 

Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi, Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen. Sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan. 

Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian.  Pasar semakin tersegmentasi, sehingga untuk masing-masing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya. 

Tahap ini terdiri dari tiga tingkatan, yaitu: 

1. Kedewasaan Pertembuhan (Growth Maturity)
Yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah. 

2. Kedewasaan Stabil (Stable Maturity) 
Yaitu penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan. 

3. Kedewasaan Mengusang (Decaying Maturity)
Yaitu kondisi dimana penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk lain atau produk substitusi. 

Dalam tahap kedewasaan terdapat beberapa strategi pemasatan, yaitu:

1). Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru. 
2) Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusahan untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan. 
3). Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya. 
4). Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan, keamanan atau kenyamanan produk. 
5). Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasl dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran. 
6). Strategi peningkatan mutu yang bertujuan meningkatakan kemampuan produk, misalnya daya tahan, kecepatan, dan kinerja produk. 
7). Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. warna, kemasan dan lain-lain.
8). Menggunakan take-off strategy yang mana merupakan salah satu strategi yang digunakan  untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan. 

4. Tahap Penurunan (Decline)

Penjualan perusahaan semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera, produk substitusi diterima  konsumen (baik dan dalam negeri maupun luar negeri), dan perubahan teknologi. Sejumlah alternatif dapat  haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan. Alternatif-alternatif tersebut diantaranya adalah:

1). Menambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik. 
2). Mengubah produk atau  mencari penggunaan/ manfaay baru pada produk. 
3). Mencari pasar baru. 
4). Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini ketidakpastian industri dapat diatasi. 

Dalam tahap penurunan juga terdapat beberapa strategi, yaitu:

1. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
2. Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efesien. 
3. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik. 
4. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada. 
5. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Siklus Hidup Produk merupakan sebuah gambaran proses kehidupan sebuah produk. Selayaknnya makhluk hidup, sebuah produk juga melalui tahap kelahiran hingga kematian.


Referensi:
Product Life Cycle, Asep Sumarna