Halo sobat Custoom.in
Kali ini min.in ingin membahas berbagai jenis fotografi beserta teknik pengambilan gambar berdasarkan ukuran atau jarak terhadap objek. Jenis-jenis fotografi yang dijelaskan meliputi fotografi potret, makanan, still life, jalanan, aksi, periklanan, dan pemandangan. Masing-masing memiliki fokus, tujuan, dan pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakter objek yang diabadikan.

Berikut adalah jenis-jenis fotografi:

  1. Fotografi Potret (Portrait Photography)
    Jenis fotografi potret ini menjadi salah satu yang paling banyak dieksplorasi. Jenis fotografi ini identik dengan seorang model dan semua tentang ekspresi yang tergambar di dalamnya. Tujuan fotografi potret ialah untuk menampilkan rupa, kepribadian, dan mood objek, yaitu fokus foto wajah seseorang meskipun seluruh tubuh dan latar belakangnya dapat masuk ke dalam frame
  2. Fotografi Makanan (Food Photography)
    Fotografi makanan adalah teknik memotret makanan menjadi lebih menarik. Fotografi makanan diperlukan dalam industri kuliner, seperti produsen makanan, periklanan, kafe, dan sebagainya.
  3. Fotografi Still Life
    Fotografi still life adalah fotografi yang memotret objek berupa benda mati. Tujuan dari fotografi ini ialah agar dapat menampilkan kesan lebih hidup pada benda mati tersebut sehingga terkesan lebih menarik. Adapun manfaat fotografi still life ialah sebagai sarana menampilkan deskripsi produk.
  4. Fotografi Jalanan (Street Photography)
    Fotografi jalanan (street photography) adalah fotografi yang memotret keadaan di sekitar tempat tinggal kalian sesuai dengan situasi dan kondisi aslinya. Contohnya memotret jalanan. Objeknya dapat berupa ruang publik, aktivitas pusat perbelanjaan, tempat wisata, perkotaan, dan fasilitas umum.
  5. Fotografi Aksi (Action Photography)
    Fotografi aksi adalah fotografi yang mengambil objek-objek yang bergerak, seperti fotografi olahraga dan fotografi menari (dance). Pada fotografi jenis ini, kamu harus bisa dengan cepat menangkap objek yang bergerak untuk mendapatkan hasil gambar yang maksimal.
  6. Fotografi Periklanan (Advertising Photography)
    Fotografi periklanan adalah fotografi yang memotret suatu produk atau jasa. Foto yang dihasilkan digunakan untuk media promosi produk atau jasa tersebut. Banyak fotografer yang bergelut pada dunia periklanan karena industrinya mudah dijangkau.
  7. Fotografi Alam atau Pemandangan (Landscape Photography)
    Jenis fotografi ini biasanya memperlihatkan potret pemandangan alamyang ada di sekitarmu. Jenis foto ini sering diaplikasikan pada kartu pos, cover majalah traveling, dan kalender.

Teknik Pengambilan Gambar Berdasarkan Ukuran Gambar

  1. Extreme Close Up
    Extreme close up merupakan teknik pengambilan gambar dengan sangat dekat. Tujuan extreme close up ialah mengambil gambar objek secara terpusat dan jelas. Contohnya menampilkan bagian matanya saja, bibirnya saja, atau objek tertentu lainnya. Kamera yang digunakan seperti lensa mikro agar objek terlihat jelas dan detail.
  2. Big Close Up
    Big close up merupakan teknik yang mengambil bagian tertentu seperti wajah secara terperinci.
  3. Close Up
    Close up merupakan teknik pengambilan gambar yang menghasilkan gambar jauh lebih dekat. Contohnya objek manusia, maka hasil yang akan diperoleh hanya bagian bahu sampai dengan bagian atas kepala.
  4. Medium Close Up
    Medium close up merupakan teknik pengambilan gambar gabungan, yaitu teknik close up dengan medium shot. Tujuan medium close up ialah untuk mempertegas gambar profil seseorang. Posisi pengambilan gambar pada teknik ini mulai dari bagian dada sampai atas kepala.
  5. Medium Long Shot
    Medium long shot merupakan teknik yang hampir serupa dengan medium shot, tetapi cakupan gambar yang dihasilkan lebih luas.
  6. Long Shot
    Long shot merupakan teknik pengambilan gambar dengan jarak jauh, dapat menampilkan sedikit hingga banyak orang secara seluruh badan dalam satu frame. Teknik ini menghasilkan tampilan gambar yang fokus pada objek.

    Fotografi memiliki banyak jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks, seperti potret untuk menampilkan ekspresi, makanan untuk promosi kuliner, hingga landscape untuk keindahan alam.



    Referensi:
    Buku Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual
    Karya. Kementrian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi