Halo Sobat Custoom.in
Terkadang sudah capek-capek mendesain hasil cetakannya berubah atau tidak sesuai dengan file.
dan kita cari-cari warna yang seusai dengan warna tampilan atau monitor belum ketemu juga.
Kenali warna-warna dasar ini.

Artikel ini mimin kutip dari buku Komputer Desain Grafis yang di terbitkan oleh kemendikbud.

Mode warna adalah salah satu sistem format warna agar hasil yang dicapai sesuai dengan keinginan desainer dalam berbagai media yang diperlukan (digital ataupun cetak). Istilah mode warna lain, yaitu sephia, duotone, index colour, tetapi semua mode warna tambahan ini sifatnya tetap mengacu pada turunan mode warna dasar RGB atau CMYK. Selain itu, warna dalam sistem komputer juga sangat berbeda. Kita tidak hanya menemui warna sebagai mana yang kita temui pada dunia nyata, tetapi sistem warna digital mampu memberikan nuansa warna yang lebih luas.

Ada dua mode warna yang paling mendasar:

Klasifikasi Pemilihan Mode Warna


Additive Colour (Kiri) dan Substractive Colour (Kanan)

  1. Additive Colour (RGB: Red-Green-Blue).
    Warna Additive dibuat dengan bersumber pada sinar. Sebagai contoh yang mudah, bola lampu memancarkan 16 sinar yang secara umum disebut sinar putih. Namun, jika bola lampu itu kita letakkan di balik kaca yang berwarna biru, sinar yang memancar seolah berwarna biru. Jika warna kacanya diganti dengan warna kuning, sinarnya pun akan berubah menjadi kuning. Additive colour dipergunakan jika image yang dibuat akan ditampilkan sebagai display di layar monitor, misalnya desain web page maupun untuk slide show.
  2. Substractive Colour (CMYK: Cyan-Magenta-Yellow-Black)
    Warna CMYK secara umum bisa dikatakan sebagai warna yang dapat dilihat mata karena adanya pantulan cahaya. Dengan demikian, warna yang terdapat mata bukanlah merupakan sumber cahaya yang dipancarkan oleh permukaan benda berwarna itu. Sebagai contoh, lampu spotlight yang diarahkan ke tembok bercat kuning akan memantulkan cahaya kuning ke mata. Tetap tidak diubah jika semua warna akan diserap oleh cat, kecuali warna kuning. Sementara itu, tembok itu sendiri tidak memancarkan warna apa pun. Hal tersebut terbukti dengan dipadamkannya lampu spotlight sehingga tembok itu tidak berwarna (gelap).

    Berikut merupakan beberapa model warna:
    1). Model warna CMYK
    CMYK adalah kependekan dari komponen warna dasar cyan (biru muda), magenta (merah), yellow (kuning), dan black (hitam).

    2). Model warna HSL
    HSL mendifinisikan warna menggunakan komponen hue (H), saturation (S), lightness (L). Hue menyatakan nilai dari pigman warna dan diukur dalam suatu derajat (degree) dari nol hingga Sebagai contoh, 0 derajat berarti merah (red), 60 derajat berarti kuning (yellow), 120 derajat berarti hija (green), 180 derajat berarti biru muda (cyan), 240 derajat berarti biru (blue), dan 300 derajat berati merah jingga (magenta).

    3). Saturation
    Menyatakan ketajaman atau kepudaran warna yang diukur dalam persentase dari 0 hingga 100 (semakin tinggi presentasenya, warna akan semakin tajam).

    4). Brightness
    Menyatakan nilai putih yang terkandung dalam warna tersebut, ia dinyatakan dalam persentase dari 0 hingga 100 (semakin tinggi nilai, semakin cerah warnanya).

    5). Model Warna Lab
    Lab merupakan kependekan dari luminance, yaitu unsur untuk mengukur kecerahan (lightness) warna, dan “A” komponen warna chromatic yang merepresentasikan nilai antara warna hijau ke merah, lalu “B” komponen warna chromatic yang merepresentasikan nilai antara warna biru ke kuning. Luminance terbagi antara nilai 0 (paling gelap) dan nilai 100 (paling cerah), sedangkan unsur “A” dan “B” antara nilai warna. 128 dan minus 127.

    6). Model Warna YIQ
    YIQ sama dengan yang dipakai dalam sistem NTSC (sistem warna dalam televisi). Masingmasing unsur pada Y, I, dan Q diukur nilainya antara 0 dan 255. Unsur Y berupa nilai luminance, sedangkan I dan Q antara 0, yang mewakili warna hijau , dan 255 yang mewakili unsur warna (yang mirip dengan) magenta.

    7). HEX Color (Hexa Color/Hexa Code/Hexadecimal Color)
    Hexa adalah salah satu sistem kode warna umumnya digunakan untuk kebutuhan pemrograman rancangan website. Penulisannya menggunakan angka (0 sampai 9) dan huruf (A sampai F) dengan jumlah 6 karakter yang didahului tanda pagar (#). Misalnya: # FF0000 akan menghasilkan warna merah.


    Sistem setting warna dari salah satu Palet Warna di software Adobe Ilustrator. Pengguna bisa melakukan setting warna berdasarkan HSB, lab, RGB, CMYK, dan HEX Code Color.

    Pentingnya mengetahui cara kerja komputer untuk mode warna adalah mencapai WYSIWYG atau mencegah terjadinya penurunan kualitas warna (saturation) dan/atau pergeseran spektrum warna (hue) pada hasil print, cetak dan/atau pada tampilan warna pada media digital.

    Istilah WYSIWYG; yang singkatan dari What You See Is What You Get berarti apa yang Anda lihat, itulah yang Anda dapatkan. Awalnya, WYSIWYG diciptakan oleh Charles Simonyi pada saat Xerox Palo Alto Research Center tahun 1970, yang berkomitmen untuk mendapatkan konsistensi antara warna monitor dan warna hasil cetak offset.

    Problem konsistensi warna pada hasil cetak offset ini juga sering dapat dipecahkan dengan menggunakan warna spesial (special colour), yaitu warna CMYK yang hendak dicapai, dibuatkan warna khusus dengan panduan warna Pantone (sebuah pedoman warna internasional yang menjaga konsistensi ukuran warna diseluruh dunia).

    Istilah WYSIWYG; yang singkatan dari What You See Is What You Get berarti apa yang Anda lihat, itulah yang Anda dapatkan. Awalnya, WYSIWYG diciptakan oleh Charles Simonyi pada saat Xerox Palo Alto Research Center tahun 1970, yang berkomitmen untuk mendapatkan konsistensi antara warna monitor dan warna hasil cetak offset.

    Problem konsistensi warna pada hasil cetak offset ini juga sering dapat dipecahkan dengan menggunakan warna spesial (special colour), yaitu warna CMYK yang hendak dicapai, dibuatkan warna khusus dengan panduan warna Pantone (sebuah pedoman warna internasional yang menjaga konsistensi ukuran warna diseluruh dunia).

    Pantone Inc. adalah sebuah perusahaan yang bermarkas besar di Carlstadt, New Jersey. Pantone adalah perusahaan percetakan komersial yang berdiri tahun 1950-an. Pantone Inc mengembangkan suatu sistem yang disebut Colour Guide yang dalam perkembangannya digunakan sebagai buku panduan warna standar internasional yang baku untuk memudahkan dalam memilih, menentukan, dan mengontrol warna.

    Buku panduan warna PANTONE yang beredar di kalangan dunia percetakan dan desain grafis merupakan produksi dari USA dan dijadikan sebagai standar panduan warna internasional sampai dengan saat ini.

    Jadi salah satu faktor kenapa warna hasil desain dan cetakan berbeda karena ketika mendesain mode warna yang digunakan adalah RGB atau additive colour yang bisa dikatakan warna yang besumber dari cahaya.
    Berbeda ketika mencetak warna yang digunakan adalah substractive colour atau warna yang bukan bersumber dari cahaya. Jadi alangkah baiknya sebelum mencetak bisa menconvert file kedalam mode CMYK agar warna yang dihasilkan bisa sesuai.
    Semoga bermanfaat.