Halo Sobat UMKM,
Manajemen risiko adalah metode yang logis dan sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai, memperlakukan, memantau dan mengkomunikasikan risiko yang melekat pada setiap aktifitas, fungsi atau proses dengan cara yang memungkinkan perusahaan meminimumkan kerugian dan memaksimumkan peluang. Manajemen risiko pada dasarnya dilakukan melalui proses-proses sebagai
berikut, Buku UMKM dan Bentuk-Bentuk Usaha karya Lathifah Hanim & MS Noorman:
- Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko atau temu kenali risiko dilakukan untuk mengidentifikasi risiko-risiko apa saja yang dihadapi oleh perusahaan, seperti mengidentifikasi kebakaran yang terjadi pada bengkel. Caranya adalah, dengan melakukan penelusuran terhadap sebab-sebab yang berpotensi menimbulkan risiko sampai terjadinya peristiwa tersebut.Sebagai contoh,apakah bangunan bengkel terbuat dari bahan yang mudah terbakar atau tidak. - Evaluasi dan Pengukuran Risiko
Tujuan evaluasi risiko adalah untuk memahami karakteristik risiko dengan lebih baik, sehingga memudahkan melakukan pengendalian terhadap risiko. Untuk mengukur risiko dapat digunakan pendekatan denganmemperkirakankemungkinan (probabilitas) risiko
dan tingkat konsekuensi risiko. - Probabilitas Risiko
Probabilitas risiko melihat kemungkinan terjadinya risiko atau suatu kejadian terburuk terjadi.
Contohnya, risiko kebakaran pada bengkel dinilai dengan probabilitas 60%. Oleh karena dianggap angka probabilitas ini tinggi, maka risiko kebakaran perlu diberi perhatian lebih. - Tingkat keseriusan Konsekuensi Risiko (severity)
Selain probabilitas, risiko juga diukur dengan melihat tingkat konsekuensi risiko (severity) tersebut atau besarnya kerugian yang timbul akibat risiko. Contohnya, dengan angka probilitas yang tinggi, jika terjadi kebakaran angka kerugian yang diakibatkan akanbesar juga, maka risiko kebakaran
akanditempatkandikuadranprobabilitastinggidan severit tinggi. Dengan demikian langkah yang lebih efektif bisa dilakukan untuk memitigasi risiko kebakaran yang terjadi.
Risiko harus dikelola dengan berbagai cara seperti:
1. Penghindaran (Avoid)
Penghindaran risiko merupakan cara paling mudah dan aman untuk mengelola risiko.
2. Ditahan(Retain)
Dalam beberapa situasi akan lebih baik jika risiko dihadapi atau ditanggung sendiri.
3. Diversifikasi
Diversifikasi berarti menyebar eksposur risiko, sehingga risiko tidak terkonsentrasi pada satu atau dua ekposur saja.
4. Ditransfer ke pihak lain
Apabila perusahaan tidak ingin menanggung risiko sendiri, maka risiko tersebut dapat ditransfer ke pihak lain yang lebih mampu menghadapi risiko tersebut, seperti perusahaan asuransi atau penjaminan.