Halo Sobat Custoom.in
Kali ini min.in ingin berbagi insight mengenai jenis-jenis huruf,berdasarkan sejarah dan bentuknya. Jenis-jenis huruf (typeface) dapat diklasifikasikan berdasarkan sejarah dan bentuknya. Klasifikasi ini membantu memahami evolusi tipografi dan memilih jenis huruf yang tepat untuk berbagai keperluan.

Berikut adalah jenis-jenis huruf berdasarkan sejarah dan bentuknya:

1. Black Letter/Old English/Fraktir

Desain karakter Black Letter dibuat berdasarkan dengan bentuk huruf dari tulisan tangan yang populer pada masanya, kurang lebih pada abad pertengahan di Jerman dengan gaya Gothic dan Irlandia dengan gaya Celtic. Ditulis dengan menggunakan pena berujung lebar sehingga menghasilkan kontras tebal-tipis yang kuat. Untuk menghemat media (kertas maupun kulit), karakter ditulis berimpitan, sehingga hasil keseluruhannya berkesan gelap, berat, dan hitam. Dari sinilah awal mula istilah Black Letter. Ciri-ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya, jarak antar huruf sangat sempit, sehingga berkesan Gothic. Kesan yang ditimbulkan ialah klasik, gelap, berat, dan hitam.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Old English, Goudy Text, Beckett, Fette Fraktur Lino text, Celtic Md, American Unicial.

2. Humanist/Venetian

Di Italia, orang tidak menggunakan typeface bergaya Black Letter, melainkan roman atau romawi kuno yang ruang kosongnya cukup banyak sehingga membuat tulisan tampak lebih terang dan ringan. Karena hal tersebut, gaya Humanist mendapatkan julukan White Letter. Kelompok typeface ini diberi nama Humanist karena memiliki goresan lembut dan natural seperti tulisan tangan. Disebut juga venetian karena jenis huruf Humanist pertama dibuat di Venesia, Italia. Ciri dari jenis huruf ini memiliki kaki/sirip/serif yang patah, agak melengkung atau membulat, dan terkadang tidak rata. Kesan yang ditimbulkan ialah terang, ringan, dan manusiawi.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Centaur, ITC Berkeley, Goudy Old Style, Californian, Jenson, Cloister Old Style, Kennerly, dan Deep-dene.

3. Old Style/Old Face/Geralde

Keahlian dan tingkat akurasi para pembuat huruf semakin lama semakin berkembang dan meningkat, buku cetakan juga semakin banyak, dan kebutuhan terhadap bentuk huruf yang mirip tulisan tangan semakin berkurang. Faktor-faktor tersebut mendorong munculnya gaya baru di abad 15 yakni, Old Style. Karakter-karakter pada kelompok typeface ini lebih lancip, lebih kontras, dan berkesan lebih ringan, serta menjauhi bentuk-bentuk ukiran/tulisan tangan. Ciri dari jenis huruf ini adalah memiliki kaki/sirip/serif yang patah.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Garamond, Palatino, Caslon, Granjon, Bembo, Sabon.

4. Transitional/Reales

Pada abad 17, muncul kelompok typeface dengan gaya baru yang dibuat berdasarkan perhitungan secara ilmiah dan prinsip-prinsip matematika, serta semakin menjauh dari sifat ukiran/tulisan tangan. Gaya Transitional pertama diciptakan pada tahun 1692 oleh Philip Grandjean yang dinamakan Roman du Roi atau typeface Raja, karena memang dibuat atas perintah raja Louis XIV. Kelompok ini disebut Transitional karena berada di antara Old Style dan Modern. Ciri-ciri dari jenis huruf ini yakni memiliki kaki/sirip/serif yang tajam dan lurus.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Times New Roman, Century, Bell, Baskerville, ITC Slimbach, Melior, Maxi-mus, Cheltenham, Scoth Roman, Bulmer, Bauer Classic, Caledonia.

5. Modern/Didone

Jenis ini dinamakan Modern karena kemunculan typeface ini muncul oada akhir abad 17, menuju era yang disebut Modern Age. Kelompok typeface ini hampir menghilangkan sifat ukiran/tulisan tangan pendahulunya.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Bodoni, Else, keppler, Electra, ITC Fenice, dan Linotype Didot.

6. Slab Serif/Egyptian

Jenis ini muncul pada abad 19. Ketika itu, kelompok bergaya Slab Serif awalnya digunakan sebagai Display Type untuk menarik perhatian pembaca poster iklan atau flyer. Disebut Egyptian karena bentuknya yang berkesan berat dan horizontal, dan mirip dengan gaya seni serta arsitektur Mesir kuno.ciri-ciri dari jenis huruf ini yakni memiliki kaki/sirip/serif yang patah.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Clarendon, Candida, Cheltenham, Memphis, West, Glypha, Serifa, Lubalin Graph, dan Egyptienne.

7. Sans Serif

Jenis ini muncul pada tahun 1816 sebagai Display Type, tetapi tidak populer di masyarakat. Hal ini dikarenakan jenis font ini tidak trendi, sehingga dinamakan Grotesque yang artinya lucu atau aneh. Sans Serif mulai popoler pada awal abad 20, ketika para desainer mencari bentuk-bentuk ekspresi baru yang mewakili sikap penolakan terhadap nilai-nilai lama, yakni pengotakan masyarakat dalam kelas-kelas tertentu. Kelompok Sans Serif terbagi menjadi 3 kelompok, yakni Grotesque (Sans Serif yang muncul sebelum abad 20), Geometric (memiliki bentuk yang geometris mendekati bentuk-bentuk dasar), dan Humanist (berkesan lebih naturan dibandingkan dengan Grotesque dan Geometric). Ciri dari jenis huruf ini yakni tidak memiliki kaki/sirip/serif.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Futura, Helvetica, Univers, Optima, Frutiger, Gill Sans, Eurostile, Kabel, Akziden Grotesk.

8. Script dan Curvise

Script dan Cursive mempunyai bentuk desain yang menyerupai tulisan tangan. Perbedaan Script dan Cursive terletak pada huruf-huruf kecilnya yang saling menyambung, sedangkan Cruvise tidak. Ciri dari jenis huruf ini yakni tidak memiliki kaki/sirip/serif, tetapi sering digantikan oleh tambahan pada terminal atau bagian ujung huruf yang bersifat dekoratif.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Brush Script, Kunstler Script, Shelley Script, Linoscript, Kaufmann, Bickham Script, Snell Round-hand, Lucida Calligraphy, Pepita, giddyup, Pelican, dan Ex Ponto.

9. Script dan Curvise

Kelompok bergaya display pertama muncul pada abad 19 dan semakin banyak karena teknologi pembuatan huruf yang semakin murah. Kala itu, jenis huruf Display sangat dibutuhkan oleh oleh dunia periklanan untuk menarik perhatian pembaca. Display type dibuat dalam ukuran besar dan diberi ornamen-ornamen indah. Prioritas dari font ini bukan kemudahan dalam mengenali dan membedakan masing-masing huruf, melainkan keindahan. Ciri dari jenis huruf ini yakni memiliki kaki/sirip/serif yang sangat bervariasi dan bersifat dekoratif.
Contoh dari jenis huruf ini yaitu : Doodle, Grunge, Dot 28, Umbra, Bermuda, Rosewood.

Semoga bermanfaat.




Referensi: Buku Komunikasi Visual, Nur Maghfirah Aesthetik, dkk.